Ternak Burung Murai Medan: Panduan Lengkap Untuk Pemula

Ternak Burung Murai Medan: Panduan Lengkap untuk Pemula

Pendahuluan

Burung murai medan (Copsychus malabaricus) adalah salah satu jenis burung kicau yang sangat populer di Indonesia. Burung ini dikenal dengan kicauannya yang merdu dan bervariasi, serta penampilannya yang menawan. Tak heran jika ternak burung murai medan menjadi salah satu usaha yang menggiurkan bagi banyak orang.

Artikel ini akan memberikan panduan lengkap bagi pemula yang ingin memulai usaha ternak burung murai medan. Dari pemilihan indukan hingga perawatan anakan, semua aspek penting akan dibahas secara detail.

Pemilihan Indukan

Langkah pertama dalam ternak burung murai medan adalah memilih indukan yang berkualitas. Indukan yang baik harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Sehat dan bugar: Indukan harus dalam kondisi sehat dan tidak memiliki penyakit.
  • Umur produktif: Indukan yang ideal berusia antara 2-5 tahun.
  • Kicauan merdu: Pilih indukan yang memiliki kicauan yang merdu dan bervariasi.
  • Tidak cacat: Indukan harus bebas dari cacat fisik, seperti bulu yang rontok atau kaki yang pincang.
  • Keturunan unggul: Jika memungkinkan, pilih indukan yang berasal dari keturunan yang unggul.

Persiapan Kandang

Setelah memilih indukan, langkah selanjutnya adalah menyiapkan kandang yang sesuai. Kandang untuk burung murai medan harus memenuhi beberapa persyaratan berikut:

  • Ukuran: Kandang harus cukup luas untuk memungkinkan burung bergerak dengan bebas. Ukuran ideal untuk kandang burung murai medan adalah 1 x 1 x 2 meter.
  • Ventilasi: Kandang harus memiliki ventilasi yang baik untuk menjaga sirkulasi udara.
  • Pencahayaan: Kandang harus mendapat cukup cahaya matahari, tetapi tidak boleh terlalu panas.
  • Kebersihan: Kandang harus selalu dijaga kebersihannya untuk mencegah penyakit.

Pembuatan Sarang

Burung murai medan biasanya membuat sarang di pohon atau semak-semak. Untuk memudahkan indukan bertelur, kita dapat menyediakan bahan-bahan untuk membuat sarang, seperti:

  • Daun kering
  • Rumput kering
  • Serat kelapa
  • Bulu halus

Bahan-bahan tersebut dapat diletakkan di dalam kandang atau di dalam kotak sarang yang digantung di dalam kandang.

Proses Perkawinan

Proses perkawinan burung murai medan biasanya terjadi pada musim kawin, yaitu sekitar bulan Maret-Agustus. Untuk merangsang perkawinan, kita dapat melakukan beberapa hal berikut:

  • Memisahkan indukan jantan dan betina selama beberapa hari.
  • Memberi pakan yang bergizi, seperti jangkrik dan ulat hongkong.
  • Memutar rekaman kicauan burung murai medan.

Jika indukan sudah siap kawin, mereka akan menunjukkan perilaku saling mendekati, berkicau saling bersahutan, dan saling mengejar.

Proses Bertelur

Setelah kawin, burung murai medan betina akan mulai bertelur. Biasanya, burung ini akan bertelur 2-4 butir telur dalam satu kali bertelur. Telur burung murai medan berwarna biru muda dengan bintik-bintik coklat.

Proses bertelur biasanya berlangsung selama beberapa hari. Indukan betina akan mengerami telurnya selama sekitar 12-14 hari.

Perawatan Anakan

Setelah telur menetas, anakan burung murai medan akan lahir dalam keadaan buta dan tidak berdaya. Indukan akan merawat anakannya dengan memberi makan dan menjaga kehangatannya.

Namun, jika indukan tidak mampu merawat anakannya, kita dapat melakukan perawatan secara manual. Berikut adalah langkah-langkah perawatan anakan burung murai medan:

  • Beri makan anakan setiap 2-3 jam sekali dengan menggunakan spuit atau pipet.
  • Makanan anakan berupa voer yang dicampur dengan air hangat.
  • Jaga suhu kandang tetap hangat sekitar 30-32 derajat Celcius.
  • Bersihkan kandang dan ganti alas kandang secara teratur.

Penjodohan

Setelah anakan burung murai medan berusia sekitar 3-4 bulan, kita dapat melakukan penjodohan. Penjodohan dilakukan untuk mempersiapkan burung untuk kawin dan berproduksi.

Proses penjodohan dilakukan dengan cara mempertemukan burung jantan dan betina dalam satu kandang. Biarkan burung saling mengenal dan berinteraksi. Jika burung menunjukkan perilaku saling mendekati dan berkicau saling bersahutan, maka penjodohan berhasil.

Pemanenan

Burung murai medan biasanya mulai berproduksi pada usia sekitar 1 tahun. Burung betina akan bertelur setiap 2-3 bulan sekali.

Proses pemanenan telur atau anakan burung murai medan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak mengganggu indukan. Telur atau anakan dapat diambil setelah indukan selesai mengerami atau merawatnya.

Pemasaran

Setelah burung murai medan siap dijual, kita dapat memasarkannya melalui berbagai cara, seperti:

  • Menjual langsung ke konsumen
  • Menjual melalui toko burung
  • Menjual melalui media sosial
  • Menjual melalui lelang

Harga burung murai medan bervariasi tergantung pada kualitas, jenis, dan usia burung. Burung murai medan yang berkualitas tinggi dan memiliki kicauan yang merdu dapat dijual dengan harga yang cukup mahal.

Kesimpulan

Ternak burung murai medan dapat menjadi usaha yang menguntungkan jika dilakukan dengan benar. Dengan mengikuti panduan lengkap ini, pemula dapat memulai usaha ternak burung murai medan dengan baik dan berhasil.

Namun, perlu diingat bahwa ternak burung murai medan membutuhkan waktu, kesabaran, dan perawatan yang baik. Dengan perawatan yang tepat, burung murai medan dapat hidup hingga 10 tahun atau lebih.