Ternak Burung Cucak Rowo: Potensi Ekonomi Yang Menjanjikan Di Kediri

Ternak Burung Cucak Rowo: Potensi Ekonomi yang Menjanjikan di Kediri

Kabupaten Kediri, Jawa Timur, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil burung cucak rowo (Pycnonotus zeylanicus) terbesar di Indonesia. Burung yang memiliki suara merdu dan bulu berwarna hitam legam ini menjadi komoditas unggulan yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian masyarakat setempat.

Potensi Ekonomi yang Tinggi

Ternak burung cucak rowo memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi. Harga jual burung ini cukup mahal, terutama untuk jenis yang memiliki kualitas suara yang bagus. Seekor burung cucak rowo dewasa dengan suara yang merdu dapat dijual dengan harga hingga jutaan rupiah.

Selain itu, burung cucak rowo juga memiliki nilai tambah sebagai burung hias. Bulunya yang hitam legam dan suaranya yang merdu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta burung. Burung ini sering dijadikan sebagai pajangan di rumah-rumah atau tempat usaha.

Perkembangan Ternak Burung Cucak Rowo di Kediri

Ternak burung cucak rowo di Kediri telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini didukung oleh tingginya permintaan pasar dan ketersediaan pakan yang memadai. Banyak masyarakat Kediri yang beralih profesi menjadi peternak burung cucak rowo karena melihat potensi keuntungan yang menjanjikan.

Pemerintah daerah Kediri juga memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan ternak burung cucak rowo. Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kediri memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para peternak, serta menyediakan bantuan modal dan sarana produksi.

Teknik Ternak Burung Cucak Rowo

Ternak burung cucak rowo membutuhkan teknik dan perawatan yang khusus. Berikut ini adalah beberapa teknik yang umum digunakan oleh para peternak di Kediri:

  • Pemilihan Indukan: Indukan burung cucak rowo yang baik memiliki suara yang merdu dan bulu yang sehat.
  • Pembuatan Kandang: Kandang burung cucak rowo harus cukup luas dan dilengkapi dengan tempat bertengger, tempat makan, dan tempat minum.
  • Pemberian Pakan: Pakan utama burung cucak rowo adalah buah-buahan, seperti pisang, pepaya, dan apel. Selain itu, burung ini juga membutuhkan pakan tambahan berupa serangga dan voer.
  • Perawatan Kesehatan: Burung cucak rowo rentan terhadap penyakit, seperti cacingan dan penyakit pernapasan. Oleh karena itu, perlu dilakukan perawatan kesehatan secara rutin, seperti pemberian obat cacing dan vaksinasi.

Tantangan Ternak Burung Cucak Rowo

Meskipun memiliki potensi ekonomi yang tinggi, ternak burung cucak rowo juga menghadapi beberapa tantangan, antara lain:

  • Persaingan Pasar: Persaingan pasar burung cucak rowo cukup ketat, terutama dari daerah-daerah lain yang juga menjadi penghasil burung ini.
  • Penyakit: Burung cucak rowo rentan terhadap berbagai penyakit, yang dapat menyebabkan kematian dan kerugian ekonomi bagi peternak.
  • Faktor Alam: Faktor alam, seperti cuaca dan hama, dapat mempengaruhi kesehatan dan produktivitas burung cucak rowo.

Prospek Ternak Burung Cucak Rowo di Kediri

Prospek ternak burung cucak rowo di Kediri masih sangat cerah. Tingginya permintaan pasar dan dukungan pemerintah daerah menjadi faktor pendukung utama. Dengan terus meningkatkan kualitas ternak dan mengelola usaha secara profesional, peternak burung cucak rowo di Kediri dapat terus mengembangkan usaha mereka dan berkontribusi pada perekonomian daerah.

Kesimpulan

Ternak burung cucak rowo di Kediri merupakan potensi ekonomi yang sangat menjanjikan. Dengan teknik ternak yang tepat dan dukungan pemerintah daerah, peternak burung cucak rowo di Kediri dapat terus mengembangkan usaha mereka dan berkontribusi pada perekonomian daerah. Namun, diperlukan upaya berkelanjutan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi, seperti persaingan pasar, penyakit, dan faktor alam, agar prospek usaha ini tetap cerah di masa depan.