Panduan Ternak Burung Kenari Untuk Pemula

Panduan Ternak Burung Kenari untuk Pemula

Burung kenari merupakan salah satu jenis burung kicau yang populer dipelihara karena memiliki suara merdu dan warna bulu yang indah. Selain itu, ternak burung kenari juga dapat menjadi usaha yang menguntungkan. Bagi pemula yang ingin memulai ternak burung kenari, berikut adalah panduan lengkapnya:

1. Persiapan Kandang

  • Ukuran: Kandang yang ideal untuk sepasang burung kenari berukuran minimal 60 x 40 x 40 cm.
  • Bahan: Kandang dapat terbuat dari kawat, kayu, atau besi.
  • Perlengkapan: Kandang harus dilengkapi dengan tempat makan, tempat minum, tempat bertengger, dan sarang.

2. Pemilihan Indukan

  • Jenis: Pilih jenis burung kenari yang berkualitas, seperti Yorkshire, Norwich, atau Gloster.
  • Umur: Indukan yang baik berusia antara 8-12 bulan.
  • Kesehatan: Pastikan indukan sehat, tidak memiliki cacat fisik, dan memiliki suara kicau yang bagus.

3. Penjodohan

  • Pengenalan: Masukkan burung jantan dan betina ke dalam kandang yang sama.
  • Pengamatan: Amati perilaku burung. Jika mereka saling mendekati, berkicau, dan membangun sarang, berarti mereka sudah berjodoh.
  • Pemisahan: Jika burung tidak berjodoh, segera pisahkan dan coba jodohkan dengan burung lain.

4. Pembuatan Sarang

  • Bahan: Sarang dapat dibuat dari jerami, serat kelapa, atau rumput kering.
  • Bentuk: Sarang berbentuk mangkuk dengan diameter sekitar 10-15 cm.
  • Penempatan: Sarang ditempatkan di sudut kandang yang tenang dan terlindung.

5. Proses Bertelur

  • Masa Bertelur: Burung kenari betina biasanya bertelur 3-5 butir setiap 2 hari.
  • Ukuran Telur: Telur burung kenari berukuran kecil dan berwarna putih atau kebiruan.
  • Masa Inkubasi: Telur diinkubasi oleh burung betina selama 13-14 hari.

6. Perawatan Anak Burung

  • Penetasan: Setelah telur menetas, anakan burung akan dirawat oleh induknya.
  • Pemberian Makan: Induk burung akan memberikan makan berupa biji-bijian, telur semut, dan serangga kecil.
  • Pemisahan: Anakan burung dapat dipisahkan dari induknya pada usia 3-4 minggu.

7. Perawatan Harian

  • Pemberian Makan: Burung kenari diberi makan biji-bijian khusus, sayuran hijau, dan buah-buahan.
  • Pembersihan Kandang: Kandang dibersihkan secara teratur untuk menjaga kebersihan dan kesehatan burung.
  • Pemandian: Burung kenari perlu dimandikan secara rutin untuk menjaga kebersihan bulunya.

8. Pencegahan Penyakit

  • Vaksinasi: Burung kenari perlu divaksinasi untuk mencegah penyakit seperti cacar dan ND.
  • Kebersihan: Kandang dan peralatan harus selalu bersih untuk mencegah penyebaran penyakit.
  • Karantina: Burung baru yang masuk harus dikarantina terlebih dahulu untuk mencegah penularan penyakit.

9. Pemasaran

  • Penjualan Anakan: Anakan burung kenari dapat dijual kepada peternak lain atau masyarakat umum.
  • Penjualan Indukan: Indukan yang sudah tidak produktif dapat dijual kepada peternak lain.
  • Penjualan Telur: Telur burung kenari juga dapat dijual kepada peternak lain untuk ditetaskan.

Tips Tambahan

  • Belajar dari Peternak Berpengalaman: Konsultasikan dengan peternak burung kenari yang berpengalaman untuk mendapatkan bimbingan dan tips.
  • Perhatikan Kesehatan Burung: Amati burung secara teratur untuk mendeteksi tanda-tanda penyakit dan segera lakukan tindakan pengobatan.
  • Sabar dan Tekun: Ternak burung kenari membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Jangan menyerah jika mengalami kegagalan.
  • Nikmati Prosesnya: Ternak burung kenari tidak hanya tentang keuntungan finansial, tetapi juga tentang menikmati keindahan dan kicauan burung-burung yang menawan.

Dengan mengikuti panduan ini, pemula dapat memulai ternak burung kenari dengan baik dan berpotensi memperoleh keuntungan yang menggiurkan. Ingatlah untuk selalu mengutamakan kesejahteraan burung dan menikmati prosesnya.