Burung Pleci: Si Kecil Yang Merdu

Burung Pleci: Si Kecil yang Merdu

Burung pleci (Zosterops palpebrosus) adalah burung kecil yang cantik dan memiliki suara merdu. Burung ini termasuk dalam keluarga Zosteropidae dan tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pleci memiliki tubuh mungil dengan panjang sekitar 11-13 cm dan berat sekitar 10-15 gram. Bulunya berwarna hijau zaitun dengan bagian bawah berwarna kuning. Pleci memiliki mata besar berwarna hitam dan paruh pendek berwarna hitam.

Pleci hidup di berbagai habitat, termasuk hutan, kebun, dan taman. Burung ini biasanya ditemukan di daerah dengan banyak pohon dan semak-semak. Pleci adalah burung yang aktif dan suka bergerak. Mereka sering terlihat terbang dari satu pohon ke pohon lainnya sambil berkicau.

Pleci adalah burung yang sosial dan suka hidup berkelompok. Mereka biasanya hidup dalam kelompok kecil yang terdiri dari 5-10 ekor burung. Pleci adalah burung yang monogami, artinya mereka hanya memiliki satu pasangan seumur hidup.

Pleci adalah burung pemakan serangga. Mereka memakan berbagai jenis serangga, termasuk ulat, kumbang, dan lalat. Pleci juga memakan buah-buahan dan nektar.

Pleci adalah burung yang mudah dipelihara. Mereka dapat dipelihara di dalam sangkar atau di kandang aviary. Pleci yang dipelihara dengan baik dapat hidup hingga 10 tahun.

Pleci adalah burung yang sangat populer di Indonesia. Burung ini sering dijadikan sebagai burung kicauan karena suaranya yang merdu. Pleci juga sering dijadikan sebagai burung hias karena bulunya yang cantik.

Nama Latin Burung Pleci

Nama latin burung pleci adalah Zosterops palpebrosus. Nama ini berasal dari bahasa Yunani "zoster" yang berarti "ikat pinggang" dan "ops" yang berarti "mata". Nama ini mengacu pada garis hitam yang melingkari mata burung pleci.

Jenis-jenis Burung Pleci

Ada beberapa jenis burung pleci yang dikenal, antara lain:

  • Pleci Jawa (Zosterops palpebrosus javanicus)
  • Pleci Bali (Zosterops palpebrosus minor)
  • Pleci Sumatera (Zosterops palpebrosus sumatranus)
  • Pleci Kalimantan (Zosterops palpebrosus borneensis)
  • Pleci Sulawesi (Zosterops palpebrosus sulaensis)

Perawatan Burung Pleci

Pleci adalah burung yang mudah dirawat. Berikut adalah beberapa tips untuk merawat burung pleci:

  • Berikan sangkar yang cukup besar untuk burung pleci bergerak.
  • Berikan makanan yang bergizi, seperti serangga, buah-buahan, dan nektar.
  • Ganti air minum burung pleci setiap hari.
  • Bersihkan sangkar burung pleci secara teratur.
  • Jemur burung pleci di bawah sinar matahari pagi selama 1-2 jam setiap hari.
  • Berikan burung pleci waktu untuk beristirahat dan tidur.

Penyakit Burung Pleci

Pleci dapat terkena berbagai penyakit, antara lain:

  • Penyakit saluran pernapasan, seperti flu dan pilek.
  • Penyakit pencernaan, seperti diare dan sembelit.
  • Penyakit kulit, seperti kudis dan kurap.
  • Penyakit mata, seperti konjungtivitis dan uveitis.

Jika burung pleci Anda menunjukkan gejala penyakit, segera bawa ke dokter hewan untuk mendapatkan pengobatan.

Suara Burung Pleci

Pleci memiliki suara yang merdu dan nyaring. Burung ini dapat berkicau dengan berbagai macam variasi. Pleci biasanya berkicau di pagi hari dan sore hari.

Suara burung pleci dapat digunakan untuk menarik perhatian lawan jenis dan untuk mempertahankan wilayah kekuasaan. Pleci juga sering berkicau saat mereka merasa senang atau gembira.

Manfaat Burung Pleci

Pleci memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  • Sebagai burung kicauan, pleci dapat menghibur pemiliknya dengan suaranya yang merdu.
  • Sebagai burung hias, pleci dapat mempercantik rumah atau taman.
  • Sebagai burung pemakan serangga, pleci dapat membantu mengendalikan populasi serangga di lingkungan sekitar.

Harga Burung Pleci

Harga burung pleci bervariasi tergantung pada jenis, usia, dan kualitas burung. Pleci Jawa biasanya dijual dengan harga sekitar Rp100.000-Rp200.000 per ekor. Pleci Bali biasanya dijual dengan harga sekitar Rp200.000-Rp300.000 per ekor. Pleci Sumatera biasanya dijual dengan harga sekitar Rp300.000-Rp400.000 per ekor. Pleci Kalimantan biasanya dijual dengan harga sekitar Rp400.000-Rp500.000 per ekor. Pleci Sulawesi biasanya dijual dengan harga sekitar Rp500.000-Rp600.000 per ekor.