Asal Mula Murai Batu Blorok: Legenda Dan Fakta

Asal Mula Murai Batu Blorok: Legenda dan Fakta

Murai batu blorok merupakan salah satu jenis burung murai batu yang memiliki ciri khas berupa bulu berwarna hitam dengan bercak-bercak putih. Burung ini dikenal dengan suaranya yang merdu dan kemampuannya dalam menirukan suara burung lain. Murai batu blorok banyak ditemukan di wilayah Jawa, Bali, dan Sumatera.

Legenda Asal Mula Murai Batu Blorok

Ada beberapa legenda yang menceritakan tentang asal mula murai batu blorok. Salah satu legenda yang paling terkenal adalah legenda tentang seorang pemuda bernama Joko Tingkir.

Joko Tingkir adalah seorang pemuda yang sangat menyukai burung. Suatu hari, ia pergi ke hutan untuk mencari burung. Di hutan, ia bertemu dengan seekor burung murai batu yang sedang berkicau. Joko Tingkir sangat terpesona dengan suara burung murai batu tersebut. Ia pun berusaha untuk menangkapnya.

Namun, burung murai batu tersebut terbang terlalu tinggi. Joko Tingkir tidak menyerah. Ia terus mengejar burung murai batu tersebut hingga ke puncak pohon. Ketika Joko Tingkir berhasil menangkap burung murai batu tersebut, tiba-tiba burung murai batu tersebut berubah menjadi seorang wanita cantik.

Wanita cantik tersebut mengaku bahwa ia adalah seorang bidadari yang sedang menjelma menjadi burung murai batu. Bidadari tersebut mengatakan bahwa ia telah lama mengagumi Joko Tingkir. Ia pun meminta Joko Tingkir untuk menikahinya.

Joko Tingkir sangat senang mendengar permintaan bidadari tersebut. Ia pun langsung menyetujuinya. Joko Tingkir dan bidadari tersebut menikah dan hidup bahagia. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Murai Batu Blorok.

Fakta Asal Mula Murai Batu Blorok

Secara ilmiah, murai batu blorok merupakan hasil persilangan antara murai batu ekor panjang dengan murai batu ekor pendek. Persilangan ini dilakukan oleh para penangkar burung murai batu. Tujuannya adalah untuk mendapatkan burung murai batu yang memiliki suara yang merdu dan kemampuan menirukan suara burung lain yang baik.

Murai batu blorok pertama kali ditemukan di Jawa Tengah. Burung ini kemudian menyebar ke wilayah Jawa, Bali, dan Sumatera. Murai batu blorok sangat populer di kalangan penggemar burung kicau. Burung ini sering diikutsertakan dalam berbagai kontes burung kicau.

Ciri-Ciri Murai Batu Blorok

Murai batu blorok memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Bulu berwarna hitam dengan bercak-bercak putih
  • Ekor panjang dan berumbai
  • Paruh berwarna hitam
  • Kaki berwarna hitam
  • Ukuran tubuh sekitar 20-25 cm

Habitat Murai Batu Blorok

Murai batu blorok hidup di hutan-hutan tropis. Burung ini biasanya membuat sarang di pohon-pohon yang tinggi. Murai batu blorok memakan serangga, buah-buahan, dan biji-bijian.

Perilaku Murai Batu Blorok

Murai batu blorok adalah burung yang sangat aktif. Burung ini suka terbang dan berkicau. Murai batu blorok juga sangat pintar menirukan suara burung lain.

Status Konservasi Murai Batu Blorok

Murai batu blorok termasuk dalam kategori burung yang dilindungi. Burung ini tidak boleh ditangkap atau diperjualbelikan secara bebas.

Kesimpulan

Murai batu blorok merupakan burung yang sangat cantik dan memiliki suara yang merdu. Burung ini sangat populer di kalangan penggemar burung kicau. Murai batu blorok termasuk dalam kategori burung yang dilindungi. Burung ini tidak boleh ditangkap atau diperjualbelikan secara bebas.